February 4, 2026

SELAT— Dalam rangka mendukung peningkatan sektor ekonomi lokal, Universitas Warmadewa melalui tim dosen pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi program pemberdayaan peternak babi di wilayah Bali dengan fokus pada “Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi dan Digital Marketing”. Kegiatan ini dipimpin oleh A.A. Ngr Mayun Narindra, SE., M.Si selaku ketua tim pengabdian, dan didampingi oleh anggota tim A.A. Ketut Jayawarsa, SE., M.Si, serta dua mahasiswa dari prodi akuntansi, dan prodi manajemen FEB

Warmadewa atas nama I Made Gde Kusuma Jayadiningrat, serta Nilam Uswatun Khasanah. Program ini berangkat dari permasalahan riil yang ditemukan pada mitra, seorang peternak babi lokal, Ibu I Gusti Ayu Mulyawati yang selama ini belum pernah menerapkan sistem pembukuan atau pencatatan keuangan secara sederhana maupun digital. Proses perhitungan pemasukan dan pengeluaran hanya mengandalkan ingatan, tanpa adanya bukti tertulis maupun laporan keuangan yang sistematis. Hal ini berisiko terhadap ketidakteraturan manajemen keuangan, rentan manipulasi, serta menyulitkan mitra dalam melakukan evaluasi usaha secara objektif.

Selain itu, biaya-biaya penting seperti pakan, perawatan, dan kebersihan kandang juga tidak pernah dicatat. Mitra hanya mengingat secara kasar pengeluaran yang dilakukan setiap bulan. Ketiadaan sistem pencatatan ini membuat usaha peternakan sulit berkembang dan tidak siap jika ingin mengakses sumber pendanaan formal seperti kredit usaha rakyat atau program bantuan dari pemerintah yang mensyaratkan laporan keuangan sederhana.

 

Dari sisi pemasaran, mitra lebih sering menjual secara personal kepada masyarakat sekitar, ataupun warga dari desa terdekat, namun Ibu Mulyawati pernah mencoba menggunakan media sosial, terutama Facebook, untuk menjual babinya. Upaya tersebut ternyata membuahkan hasil yang cukup baik dalam menjangkau konsumen di luar jaringan tradisional. Namun, pemahaman mitra tentang strategi pemasaran digital secara menyeluruh masih sangat terbatas. Mitra belum memahami bagaimana membangun brand, menggunakan fitur-fitur promosi digital secara optimal, atau mengukur performa kampanye pemasaran secara analitik. Melalui program PKM ini, ketua tim pengabdian Bapak A A Ngr Mayun Narindra memberikan sosialisasi sederhana terkait pentingnya sistem informasi akuntansi dalam membantu mitra mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin serta bagaimana data keuangan yang tersusun rapi dapat membantu mitra merancang strategi bisnis, menilai efisiensi operasional, dan menjadi dasar pertimbangan pengambilan keputusan keuangan.

Selain itu, mitra juga diberikan pemahaman mengenai konsep dasar digital marketing untuk meningkatan perekonomian mereka khususnya peningkatan penjualan ternak babi, oleh Bapak A A A Ketut Jayawarsa, mulai dari mengenali target pasar secara daring, membuat konten promosi yang menarik, hingga memanfaatkan platform sosial media dan marketplace sebagai saluran distribusi yang lebih luas dan efisien. Program ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi para peternak babi di Bali, khususnya mitra, untuk lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital dan meningkatkan daya saing produk peternakan lokal secara berkelanjutan.

 

Program pemberdayaan ini diharapkan membawa banyak manfaat nyata bagi peternak babi lokal di Bali, khususnya mitra yang menjadi sasaran kegiatan di desa binaan. Dengan adanya penerapan sistem informasi akuntansi, mitra akan mampu melakukan pencatatan keuangan secara lebih tertib, transparan, dan efisien. Hal ini menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sekaligus membuka akses terhadap sumber pendanaan formal seperti perbankan atau program bantuan pemerintah, yang mensyaratkan laporan keuangan sebagai bentuk akuntabilitas. Di sisi lain, peningkatan kapasitas mitra dalam memahami strategi digital marketing juga diyakini dapat memperluas jaringan pemasaran, tidak hanya terbatas pada konsumen lokal, tetapi juga menjangkau pasar daring yang lebih luas. Dengan penguatan identitas produk dan pemanfaatan media sosial secara tepat, penjualan ternak babi dapat menjadi lebih terarah, efisien, dan kompetitif.

 

Sebagai bentuk aksi nyata dalam rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen dari Universitas Warmadewa menyerahkan bantuan berupa buku pencatatan laporan keuangan sederhana serta disinfektan dan alat penyemprotnya kepada mitra peternak babi di desa binaan. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di lokasi peternakan mitra. Buku pencatatan diberikan untuk membantu mitra mulai membiasakan diri mencatat pemasukan dan pengeluaran secara tertulis dan sistematis. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program, yaitu membekali pelaku usaha kecil khususnya peternak dengan keterampilan dasar pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel dan transparan.

“Selama ini mitra hanya mengandalkan ingatan untuk mencatat pengeluaran pakan, biaya perawatan, dan hasil penjualan. Dengan buku pencatatan sederhana ini, kami harap mitra dapat mulai membuat laporan keuangan yang rapi, sebagai dasar untuk evaluasi usaha dan akses permodalan di masa mendatang,” jelas Bapak A.A. Ngr Mayun Narindra ketua tim pengabdian.

 

Selain buku pencatatan, tim juga memberikan bantuan disinfektan beserta alat semprot sebagai respon terhadap kekhawatiran mitra terkait maraknya kasus flu babi. Meski peternakan mitra belum pernah terdampak virus tersebut, pencegahan tetap menjadi langkah utama yang harus dilakukan untuk menjamin kesehatan dan kelangsungan usaha ternak.

 

Tim pengabdian mencatat bahwa mitra selama ini menggunakan pakan dari hasil pengolahan limbah makanan ternak ayam untuk babinya, yang terbukti menjaga kesehatan hewan dan meningkatkan efisiensi biaya. Inisiatif ini menjadi salah satu kekuatan lokal yang ingin terus didukung dan dikembangkan oleh tim melalui pendekatan berbasis ilmu akuntansi dan pemasaran digital. “Kami sangat bersyukur dan terbantu dengan alat semprot serta disinfektan ini. Biasanya kami hanya membersihkan kandang seadanya, tapi dengan alat ini, kami bisa lebih rutin melakukan penyemprotan dan menjaga kandang tetap higienis,” ungkap Ibu Mulyawati, mitra penerima bantuan.

Bantuan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi merupakan bagian integral dari program pendampingan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha mitra secara holistik. Tim pengabdian berharap, kolaborasi yang terjalin ini mampu memperkuat posisi peternak kecil dalam ekosistem ekonomi lokal, sekaligus menciptakan model usaha ternak yang tangguh, higienis, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Pada akhirnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan omzet dan kapasitas produksi mitra, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Dengan kombinasi antara penguatan sistem manajerial melalui akuntansi dan inovasi pemasaran digital, diharapkan kesejahteraan peternak meningkat, serta menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lokal lainnya dalam mengembangkan usaha secara modern dan berkelanjutan.

 

Penulis

A.A. Ngr Mayun Narindra, SE., M.Si 

A.A. Ketut Jayawarsa, SE., M.Si

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *