
Penulis: Ni Made Wahyuni, Made Setini; Kadek Goldina Puteri Dewi
Afiliasi: Universitas Warmadewa
Desa Sidetapa Kecamatan Banjar dengan luas wilayah 1690 Ha terletak di wilayah Kabupaten Buleleng. Dengan topografi desa berbukit-bukit, Desa Sidetapa merupakan desa unik di Provinsi Bali, dengan pemandangan alam sangat indah, sumber daya alam seperti pohon bambu, kemudian didukung oleh penduduk terampil, pekerja keras, dan tingkat gotong-royong yang tinggi. Terletak di ketinggian 500-700 dari permukaan laut, desa ini kearifan lokal warisan leluhur yang memberikan mereka penghidupan.
Terkait keunggulan desa, wilayah Desa Sidetapa menjadi penghasil produk anyanyam bambu, menjadi produk unggulan Kabupaten Buleleng khususnyadari Desa Sidetapa. Ini adalah keterampilan warga Desa Sidetapa yang menjadi sebuah modal manusia
Anyaman industri bambu yang memproduksi perangkat rumah tangga dan pendukung business to businessmemiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan berperan penting sebagai sumber pendapatan masyarakat merupakan salah satu industri kreatif yangmelestarikan nilai-nilai warisan leluhur yang bernilai jual (Fahmi, 2016). Produk anyaman bambu dibutuhkan oleh rumah tangga dan pendukung business to business seperti bisnis rumah makan, pedagang, distributor sayur-mayur, bisnis restoran, bisnis adat budaya/agama seperti pengusaha banten, bisnis pengolahan ikan, bisnis distributor buah-buahan dan bisnis lainnya.
Sayangnya, kinerja kerajinan bambu Desa Sidetapa berfluktuasi karena adanya persaingan dan rendahnya praktik manajemen. Akselerasi inovasi manajemen menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan kelompok mitra. Tim pengabdian dari Universitas Warmadewa menawarkan solusi untuk penyelesaian persoalan masyarakat bisnis. Orientasi pasar dan kemampuan manajemen meningkatkan kinerja usaha (Wahyuni & Sara, 2020).
Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, pemberian peralatan, monev, dan keberlanjutan program. Delivery penerapan teknologi dan inovasi kelompok pengrajin bambu telah berhasil dilaksanakan, berupa transfer pengetahuan manajemen produksi, berupa keterampilan menggunakan fasilitas peralatan. Secara spesifik delivery teknologi berupa: transfer teknologi produksi kepada perajin, transfer pengetahuan manajemendan produksi, dan pendampingan berkelanjutan. Akhirnya, kegiatan pengabdian ini dapat memberikan kemajuan di pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengelola usaha berbasis kerajinan bambu untuk memenuhi business to business.
