
Desa Bongkasa yang terletak di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, dikenal sebagai salah satu desa yang masih mempertahankan budaya Bali sekaligus memiliki potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang. Selain sektor pariwisata, masyarakat desa juga mengembangkan berbagai usaha kerajinan rumah tangga sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga. Salah satu usaha yang berkembang adalah Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Beauty Bed Cover di Banjar Kedewatan yang diketuai oleh Ni Putu Sukarni. Kelompok yang beranggotakan delapan orang ini memproduksi berbagai kerajinan bed cover dengan mengedepankan kualitas produk dan nilai estetika khas Bali.
Meskipun memiliki potensi yang cukup besar, kelompok usaha ini masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan usahanya. Tantangan utama berada pada aspek pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara sederhana sehingga belum sepenuhnya mampu menggambarkan seluruh komponen biaya produksi. Selama ini, pencatatan lebih berfokus pada pemasukan dan pengeluaran kas tanpa memperhitungkan biaya produksi secara rinci, termasuk biaya penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan maupun biaya pengelolaan limbah. Kondisi tersebut menyebabkan pelaku usaha mengalami kesulitan dalam menentukan harga pokok produksi secara akurat, mengevaluasi kinerja keuangan usaha, serta menyusun strategi pengembangan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.
Tantangan berikutnya berkaitan dengan pengelolaan keuangan usaha. Penggunaan bahan baku yang lebih ramah lingkungan memerlukan biaya yang relatif lebih tinggi dibandingkan bahan konvensional. Namun demikian, kelompok usaha belum memiliki sistem perencanaan keuangan dan pengendalian arus kas yang memadai sehingga masih mengalami kesulitan dalam mengalokasikan dana untuk mendukung praktik produksi yang lebih berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan pelaku usaha masih berhati-hati dalam mengadopsi praktik produksi yang lebih ramah lingkungan dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan usaha.
Selain aspek keuangan, pemasaran juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Produk bed cover yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai estetika khas Bali, namun kegiatan promosi masih didominasi oleh metode konvensional. Pemanfaatan media digital juga belum dilakukan secara optimal sehingga nilai tambah produk, termasuk penerapan green accounting (akuntansi hijau) dan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan, belum tersampaikan secara luas kepada konsumen. Akibatnya, jangkauan pasar masih terbatas dan daya saing produk memiliki peluang untuk terus ditingkatkan.
Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pendampingan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kelompok usaha melalui penguatan akuntansi sederhana, pengelolaan keuangan, serta pemasaran digital yang terintegrasi dengan konsep green accounting sebagai upaya membangun usaha yang lebih profesional sekaligus berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa sosialisasi dan pelatihan mengenai pencatatan keuangan sederhana berbasis green accounting. Pada tahap ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi harian, penyusunan buku kas, pencatatan biaya produksi, serta identifikasi biaya yang berkaitan dengan penggunaan bahan baku ramah lingkungan, konsumsi energi, dan pengelolaan limbah produksi. Tim PKM juga menyediakan template pencatatan yang sederhana sehingga mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Tahap berikutnya difokuskan pada penguatan pengelolaan keuangan. Peserta memperoleh pelatihan mengenai penyusunan anggaran usaha, pengendalian arus kas, serta strategi pengalokasian dana untuk mendukung penggunaan bahan baku ramah lingkungan dan teknologi produksi yang lebih efisien. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu kelompok usaha mengelola keuangan secara lebih efektif sehingga mampu menerapkan praktik usaha yang berkelanjutan tanpa meningkatkan risiko keuangan.
Selanjutnya, tim memberikan pelatihan pemasaran digital yang menitikberatkan pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk. Peserta dibimbing menyusun konten pemasaran yang menarik dengan mengangkat keunggulan produk sekaligus mengomunikasikan komitmen kelompok terhadap praktik usaha yang ramah lingkungan. Selain itu, dilakukan pula pendampingan dalam membangun jejaring distribusi melalui koperasi, pasar lokal, serta pusat penjualan oleh-oleh khas Bali sehingga peluang pemasaran menjadi lebih luas.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anggota Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Beauty Bed Cover memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur, pengelolaan arus kas berbasis green accounting, serta pemanfaatan pemasaran digital sebagai strategi memperluas jangkauan pasar. Pendampingan yang diberikan juga meningkatkan keterampilan anggota kelompok dalam menyusun biaya produksi secara lebih akurat sehingga dapat menentukan harga jual yang lebih tepat dan meningkatkan daya saing produk.
Menurut Ibu I Gusti Ayu Sumastri, salah seorang penjahit pada Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Beauty Bed Cover, program PKM ini memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan usaha mereka.
“Sebelumnya kami hanya mencatat uang masuk dan uang keluar secara sederhana sehingga sering kesulitan mengetahui biaya sebenarnya untuk membuat satu bed cover. Setelah mengikuti pelatihan, kami mulai memahami cara menghitung biaya produksi, mengelola keuangan usaha, serta pentingnya menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan. Kami juga belajar memasarkan produk melalui media sosial sehingga produk kami dapat dikenal lebih luas. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar usaha kami semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi UMKM menuju usaha yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku usaha. Dengan meningkatnya kemampuan dalam pengelolaan keuangan, penerapan green accounting, serta pemasaran digital, Kelompok Usaha Ekonomi Produktif Beauty Bed Cover diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Desa Bongkasa secara berkelanjutan.
Penulis:
- Putu Diah Asrida
- I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
- I Ketut Johny Pramanda Putra

