
GIANYAR, 15 Juli 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa memberikan pendampingan kepada Kelompok Perajin Patung Jerapah di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan keuangan, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta dukungan sarana produksi bagi kelompok perajin.
Kelompok Perajin Patung Jerapah yang diketuai I Komang Artawan tersebut beranggotakan 12 orang. Kelompok ini bergerak dalam usaha kerajinan kriya kayu dengan proses produksi yang masih mengandalkan keterampilan tangan. Patung jerapah menjadi salah satu produk kerajinan yang dikembangkan oleh kelompok tersebut.
Tim PKM Universitas Warmadewa diketuai Ni Luh Putu Mita Miati, S.E., M.Si., dengan anggota I Nyoman Sutapa, S.E., M.Si. dan dr. Putu Arya Suryanditha, M.Si. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Warmadewa dalam proses pendampingan kepada mitra.
Berdasarkan hasil observasi, salah satu kendala yang dihadapi kelompok adalah pencatatan keuangan usaha yang belum dilakukan secara terstruktur. Pencatatan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan pengeluaran pendukung produksi masih dilakukan secara manual dan belum konsisten. Kondisi tersebut juga menyebabkan keuangan usaha dan rumah tangga belum sepenuhnya terpisah.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, tim PKM memberikan pelatihan pencatatan keuangan sederhana. Mitra diperkenalkan pada pengelompokan biaya produksi, meliputi bahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya pendukung seperti amplas, listrik, dan bahan finishing.
Tim juga memberikan kertas kerja pencatatan keuangan sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Kertas kerja tersebut digunakan untuk membantu mitra mencatat biaya produksi dan pengeluaran usaha secara lebih teratur serta mendukung perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP).
Selain aspek keuangan, kegiatan PKM memberikan perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Proses pemahatan, pengamplasan, dan pengecatan kayu memiliki potensi menghasilkan debu serta paparan bahan dari proses finishing.
Melalui sosialisasi K3, para perajin diberikan pemahaman mengenai potensi risiko dalam proses produksi dan pentingnya menggunakan alat pelindung diri (APD). Tim juga menyerahkan APD berupa masker dan sarung tangan kerja kepada mitra.
Edukasi K3 turut didukung dengan pemasangan poster kesehatan dan keselamatan kerja sebagai media informasi bagi para perajin. Poster tersebut memuat informasi mengenai risiko kerja, penggunaan APD, serta langkah-langkah untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama proses produksi.
Pada aspek produksi, tim PKM memberikan dukungan berupa mesin gerinda untuk membantu proses pengerjaan patung jerapah. Peralatan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan produksi kelompok.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya perkembangan pada pemahaman dan kemampuan mitra. Kemampuan dalam pencatatan dan pemisahan biaya tercatat mencapai 70 persen, sedangkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan APD dan kesehatan kerja mencapai 75 persen.
Melalui pendampingan tersebut, mitra mulai menerapkan pencatatan dan pemisahan biaya usaha menggunakan kertas kerja sederhana. Pada aspek K3, mitra juga memperoleh pemahaman mengenai penggunaan APD dan praktik kerja yang lebih aman untuk mengurangi risiko selama proses produksi.
Ketua tim PKM, Ni Luh Putu Mita Miati, S.E., M.Si., bersama anggota tim selanjutnya melakukan pemantauan terhadap penerapan pencatatan keuangan, penggunaan APD, dan pemanfaatan peralatan produksi yang diberikan kepada mitra.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Warmadewa melalui penerapan pengetahuan akademik secara langsung dalam mendukung penguatan kapasitas kelompok usaha masyarakat.
Melalui pendampingan pada aspek pengelolaan keuangan, K3, dan dukungan sarana produksi, Kelompok Perajin Patung Jerapah Desa Buahan Kaja diharapkan dapat mengelola usaha secara lebih tertib, menerapkan praktik kerja yang lebih aman, serta mendukung keberlanjutan kegiatan produksinya.
