
BADUNG, 2 Agustus 2026 — Tim dosen Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program “Pemberdayaan KWT Pala Sarwa Nadi Melalui Pengembangan Produk Rujak Mengkudu dan Pencatatan Keuangan Sederhana” di Banjar Kuwum, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program hibah Pengabdian kepada Masyarakat Internal Universitas Warmadewa Tahun 2026. Program menyasar KWT Pala Sarwa Nadi sebagai kelompok masyarakat produktif yang mengembangkan pengolahan pangan lokal berbasis tanaman mengkudu.
Tim pelaksana diketuai I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra, S.E., M.Si., Ak., dengan anggota Dr. Ida Bagus Gde Indra Wedhana Purba, S.E., M.M. dan I Putu Gde Chandra Artha Aryasa, S.E., S.H., M.Ak., BKP. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Warmadewa sebagai bagian dari implementasi Kampus Berdampak.
Ketua tim pelaksana mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha KWT Pala Sarwa Nadi melalui pengembangan produk rujak mengkudu, penyusunan standar produksi, dan penerapan pencatatan keuangan sederhana.
“Produk rujak mengkudu memiliki potensi ekonomi karena berbasis bahan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat. Namun, pengembangan produk perlu didukung oleh standar produksi, kemasan yang informatif, serta pencatatan keuangan yang mudah digunakan oleh mitra,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelatihan dan pendampingan pada empat aspek, yaitu produksi, manajemen usaha, keuangan, dan pemasaran.
Pada aspek produksi, mitra didampingi dalam penyusunan standar resep, takaran bahan, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi rujak mengkudu. SOP tersebut menjadi pedoman bagi anggota KWT dalam memilih bahan baku, mengolah, mengemas, dan menyimpan produk.
Pada aspek keuangan, anggota KWT mendapatkan pelatihan mengenai pencatatan kas masuk dan kas keluar, pemisahan keuangan usaha dan pribadi, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta penentuan harga jual. Tim juga memperkenalkan format buku kas dan penggunaan Excel sederhana untuk membantu mitra mencatat transaksi secara lebih teratur.
Sementara itu, pada aspek pemasaran, tim membantu menyusun rancangan label dan informasi produk. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas rujak mengkudu sehingga lebih mudah dikenali konsumen dan dapat dipasarkan melalui jaringan komunitas maupun media sosial.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 53,8 meningkat menjadi 82,2 pada post-test. Evaluasi tersebut mencakup pemahaman peserta mengenai standar produksi, SOP, pencatatan keuangan, HPP, dan identitas produk.
Ketua KWT Pala Sarwa Nadi, Ni Kadek Surtini, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan membantu anggota kelompok memahami pengelolaan usaha secara lebih tertata.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Sebelumnya pencatatan usaha masih sederhana dan belum rutin. Sekarang kami mulai memahami cara mencatat biaya, pendapatan, dan menghitung harga jual produk,” ungkapnya.
Kegiatan PKM tersebut juga mendukung sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 1 tentang tanpa kemiskinan, SDG 5 tentang kesetaraan gender, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, KWT Pala Sarwa Nadi memperoleh pendampingan dalam pengembangan produk, pengelolaan keuangan, dan pemasaran. Penguatan pada sejumlah aspek tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan rujak mengkudu sebagai produk olahan berbasis potensi lokal serta memperkuat kemandirian kelompok dalam mengelola usaha.

