August 8, 2026

KARANGASEM — Universitas Warmadewa melalui tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memberikan pendampingan kepada kelompok pengerajin Tenun Geringsing di Desa Tenganan Dauh Tukad, Kabupaten Karangasem, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan literasi keuangan, Sistem Informasi Akuntansi (SIA), dan penerapan green accounting dalam pengelolaan usaha.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut mengusung tema “Sosialisasi Literasi Keuangan Berbasis Sistem Informasi Akuntansi dan Green Accounting pada Kelompok Pengerajin Tenun Geringsing, Desa Tenganan Dauh Tukad, Kabupaten Karangasem.”

Kegiatan dipimpin A.A. Ngr. Mayun Narindra, S.E., M.Si. selaku ketua tim pengabdian, dengan anggota Dr. Komang Adi Kurniawan Saputra, S.E., MSA., Ak., CA., dan Anak Agung Ketut Jayawarsa, S.E., M.Si.

Pendampingan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap sejumlah kendala yang dihadapi kelompok pengerajin yang diketuai Ni Nengah Sarini. Salah satunya adalah pencatatan arus kas yang belum tertib serta masih bercampurnya keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga.

Selain itu, belum adanya sistem pencatatan transaksi yang terstruktur menyebabkan pengerajin mengalami kesulitan dalam menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan menentukan harga jual kain tenun secara akurat.

Persoalan lainnya berkaitan dengan penerapan green accounting. Kelompok pengerajin belum memiliki pencatatan khusus mengenai penggunaan bahan baku alami serta biaya yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan atau green cost dalam proses produksi.

 

Diperkuat Pelatihan Sistem Informasi Akuntansi

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim Universitas Warmadewa memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai pencatatan transaksi harian, pemisahan arus kas, serta perincian biaya produksi, termasuk biaya benang, pewarna, dan upah menenun.

Pendekatan tersebut diarahkan agar pengerajin dapat menghasilkan pencatatan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel. Sementara itu, melalui penerapan green accounting, pengerajin diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendokumentasikan penggunaan bahan-bahan alami khas Tenganan serta mengalokasikan biaya untuk mendukung kelestarian lingkungan.

Ketua tim pengabdian, A.A. Ngr. Mayun Narindra, mengatakan penguatan pengelolaan keuangan perlu berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kualitas karya budaya Tenun Geringsing.

“Melalui logbook dan pelatihan SIA berbasis green accounting ini, kami berharap para pengerajin dapat mengelola keuangan usahanya secara modern, akuntabel, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan Tenganan,” ujarnya.

 

Serahkan Sarana Pencatatan dan Peralatan Produksi

Sebagai bagian dari pendampingan, tim dosen Universitas Warmadewa juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung kepada kelompok pengerajin.

Bantuan tersebut terdiri atas lima buah logbook keuangan sederhana dan 10 buah pulpen untuk mendukung pencatatan keuangan. Untuk menunjang kegiatan produksi, diberikan 10 buah serit, lima buah pisau besar, lima buah pisau kecil, dan 10 buah gunting.

Selain itu, terdapat 10 buah box container yang digunakan untuk membantu penyimpanan benang dan peralatan produksi.

Ni Nengah Sarini menyambut baik pendampingan yang diberikan. Ia menilai bantuan peralatan kerja dan sarana pencatatan dapat membantu kelompok dalam mengelola usaha.

“Bantuan alat kerja dan buku pencatatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sekarang kami lebih paham cara menghitung modal dan untung secara rinci, serta makin bersemangat menjaga tradisi menenun dengan bahan-bahan alami,” ungkapnya.

Melalui penguatan Sistem Informasi Akuntansi dan wawasan green accounting, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memberikan nilai tambah terhadap produk Tenun Geringsing, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Tenganan Dauh Tukad secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di lokasi kelompok pengerajin tersebut terlaksana melalui sinergi dan dukungan DRTPM Kemendikbudristek, LPPM Universitas Warmadewa, Pemerintah Desa Tenganan Dauh Tukad, serta partisipasi anggota kelompok pengerajin.

Penulis: A.A. Ngr. Mayun Narindra
Editor: Redaksi Lintas Makna News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *