
KLUNGKUNG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa memberikan pendampingan kepada usaha Mortar BM di Kabupaten Klungkung, Bali melalui program penguatan tata kelola usaha dan penerapan akuntansi manufaktur. Kegiatan tersebut juga disertai dukungan teknologi produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Program PKM dilaksanakan secara berkala mulai Maret 2026 hingga September 2026. Kegiatan dilaksanakan oleh Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida, S.E., M.Si. dan Ida Ayu Trisna Yudi Asri, S.E., M.Si., BKP., dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan. Program tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Warmadewa.
Pendampingan difokuskan pada penguatan administrasi dan pencatatan usaha, pemahaman biaya produksi, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Pencatatan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead menjadi bagian dari pendampingan untuk membantu mitra memperoleh informasi mengenai biaya produksi.
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan harga jual dan mengevaluasi kinerja usaha. Melalui penerapan akuntansi manufaktur, pelaku usaha juga diarahkan untuk memiliki pencatatan biaya yang lebih terstruktur.
Ketua tim PKM, Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.
“Transformasi tata kelola menjadi penting ketika sebuah usaha ingin tumbuh. Pelaku usaha perlu mengetahui secara jelas berapa biaya produksinya, bagaimana arus keuangannya, serta apakah harga jual yang ditetapkan telah mampu memberikan margin yang memadai. Akuntansi manufaktur membantu menghasilkan informasi tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelasnya.
Selain pendampingan tata kelola dan akuntansi manufaktur, tim PKM memberikan dukungan teknologi produksi berupa timbangan digital berkapasitas 400 kilogram, timbangan digital presisi, dan mesin jahit sak.
Timbangan digital berkapasitas 400 kilogram digunakan untuk membantu proses penimbangan bahan utama dalam produksi mortar. Sementara itu, timbangan digital presisi digunakan untuk mengukur bahan aditif yang digunakan dalam proses produksi.
Ketepatan pengukuran bahan aditif menjadi perhatian karena bahan tersebut digunakan dalam jumlah relatif kecil. Penggunaan timbangan digital presisi diharapkan membantu mitra memperoleh pengukuran yang lebih akurat dalam proses produksi.
Sementara itu, mesin jahit sak diberikan untuk mendukung proses pengemasan produk mortar. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu proses penutupan kemasan dan mendukung kelancaran kegiatan produksi.
Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui pemberian peralatan. Tim PKM juga memberikan edukasi agar mitra dapat menggunakan teknologi tersebut secara tepat dan mengintegrasikannya dengan pengelolaan usaha.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan berkala, mulai dari identifikasi kondisi usaha, edukasi, pendampingan pencatatan dan akuntansi manufaktur, penerapan teknologi produksi, hingga monitoring dan evaluasi.
Ida Ayu Trisna Yudi Asri, S.E., M.Si., BKP., menjelaskan bahwa penguatan tata kelola diperlukan agar pelaku usaha semakin siap dalam menghadapi perkembangan usaha. Administrasi yang tertib dan pencatatan keuangan yang baik dapat membantu pemilik usaha melakukan evaluasi, merencanakan pengembangan usaha, serta memenuhi kebutuhan administrasi dan perpajakan.
Program PKM tersebut mendorong penguatan usaha melalui dua pendekatan. Pertama, penguatan tata kelola melalui administrasi, akuntansi manufaktur, dan pengelolaan biaya. Kedua, dukungan teknologi produksi melalui pemanfaatan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan produksi.
Karena program masih berlangsung hingga September 2026, tahapan selanjutnya diarahkan pada monitoring penggunaan peralatan, penyempurnaan pencatatan biaya produksi dan HPP, serta evaluasi penerapan tata kelola usaha.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Warmadewa berupaya mendukung penguatan kapasitas Mortar BM melalui penerapan pengetahuan di bidang akuntansi, tata kelola usaha, dan teknologi produksi yang sesuai dengan kebutuhan mitra.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Warmadewa, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan pengetahuan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
