
KLUNGKUNG, 17 Juli 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa memberikan pendampingan kepada perajin capil tradisional di Banjar Pemenang, Desa Nyalian, Kabupaten Klungkung. Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan keuangan dan pemasaran digital untuk mendukung pengembangan usaha kerajinan capil yang berbasis pada potensi lokal.
Pendampingan dilakukan melalui edukasi mengenai pencatatan keuangan sederhana, pemisahan keuangan rumah tangga dan keuangan usaha, serta perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Materi tersebut diberikan untuk membantu perajin memahami kondisi keuangan usaha dan melakukan pengelolaan usaha secara lebih tertib.
Selain aspek keuangan, tim PKM Universitas Warmadewa memberikan edukasi mengenai strategi promosi digital. Para perajin diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
Desa Nyalian merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Klungkung yang memiliki potensi ekonomi berbasis pertanian dan kerajinan. Di Banjar Pemenang, masyarakat mengembangkan kerajinan capil dengan memanfaatkan bahan baku lokal, seperti janur dan daun kelapa kering.
Keterampilan menganyam capil menjadi bagian dari aktivitas masyarakat setempat yang diwariskan secara turun-temurun. Produk tersebut tidak hanya memiliki fungsi sebagai perlengkapan dalam aktivitas pertanian, tetapi juga memiliki nilai kerajinan dan potensi untuk dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif.
Dalam kegiatan PKM, perajin mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan kas rumah tangga dengan kas usaha. Pencatatan keuangan tersebut diharapkan membantu perajin mengetahui biaya produksi, pemasukan, pengeluaran, serta menentukan harga jual berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Pada aspek pemasaran, pemanfaatan media digital diarahkan untuk memperkenalkan produk capil kepada pasar yang lebih luas. Promosi melalui media sosial dapat digunakan untuk menampilkan produk, menyampaikan informasi mengenai proses pembuatan, serta memperkenalkan nilai budaya yang melekat pada kerajinan tersebut.
Pendekatan pemasaran digital juga membuka peluang bagi produk capil untuk dikembangkan sebagai bagian dari produk ekonomi kreatif dan pendukung aktivitas pariwisata berbasis budaya. Dengan pengemasan informasi dan promosi yang tepat, produk kerajinan lokal dapat diperkenalkan kepada konsumen di luar wilayah Desa Nyalian.
Melalui kegiatan tersebut, tim PKM Universitas Warmadewa mendorong peningkatan pemahaman perajin mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung penguatan tata kelola usaha masyarakat serta pengembangan produk kerajinan berbasis potensi local
Penulis : Ni Putu Riski Martini
