August 28, 2026

DENPASAR, 18 Juli 2026 — Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Warmadewa melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat bagi kelompok usaha pengrajin bambu di Kiyan Jaya Art Shop, Denpasar Utara. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Keuangan Pelaku UKM Kerajinan Bambu Melalui Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana, Edukasi Literasi Keuangan dan Akses Produk Keuangan Formal.”

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam mengelola keuangan usaha serta mengenal produk keuangan formal yang dapat mendukung pengembangan usaha.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen FEB Universitas Warmadewa yang diketuai Made Surya Pramana, S.A., M.M. Pendampingan diberikan melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana, edukasi literasi keuangan, serta penyuluhan mengenai produk keuangan formal bagi pelaku usaha.

Ketua program, Made Surya Pramana, S.A., M.M., menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam keberlangsungan usaha. Pencatatan dan pengelolaan keuangan yang dilakukan secara teratur dapat membantu pelaku usaha memperoleh informasi mengenai kondisi keuangan usahanya.

“Pengelolaan keuangan usaha yang terencana dan dilakukan secara disiplin dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangannya serta menjadi dasar dalam mengambil keputusan usaha,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai penyusunan laporan keuangan sederhana. Materi diarahkan agar pelaku usaha dapat memahami pencatatan transaksi dan mengelola informasi keuangan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

Selain pencatatan keuangan, tim juga memberikan edukasi mengenai literasi keuangan dan produk keuangan formal. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali berbagai produk dan layanan keuangan serta mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kebutuhan usaha.

Salah satu anggota tim dosen FEB Universitas Warmadewa, Dr. Ida Bagus Gde Indra Wedhana Purba, S.E., M.M., menjelaskan bahwa literasi keuangan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha dalam mengelola keuangan.

Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan produk keuangan dapat membantu pelaku usaha membuat keputusan yang lebih terinformasi dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Luh Marsih, salah satu anggota kelompok usaha pengrajin bambu di Kecamatan Ubung. Ia menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan memberikan tambahan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha.

Program pengabdian tersebut diharapkan dapat membantu kelompok pengrajin bambu menerapkan pencatatan keuangan secara lebih teratur serta meningkatkan pemahaman mengenai literasi keuangan dan akses terhadap produk keuangan formal.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Warmadewa turut menjalankan peran perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan kepada pelaku usaha masyarakat melalui penerapan pengetahuan di bidang keuangan dan manajemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *