August 28, 2026

DENPASAR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa memberikan pendampingan kepada Kelompok Tiuk Pande Tatasan di Jalan Trijata II, Dangin Puri Kangin, Kota Denpasar. Program tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola keuangan digital, manajemen operasional, pemasaran digital, dan legalitas usaha.

Kelompok Tiuk Pande Tatasan terdiri atas 15 pengrajin dan merupakan bagian dari industri pande tradisional yang menghasilkan berbagai produk kerajinan berbahan logam, seperti pisau, blakas, mutik, dan seselet. Produk tersebut memiliki nilai ekonomi sekaligus berkaitan dengan keberlanjutan keterampilan pande tradisional di Bali.

Program tersebut mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Keuangan Digital, Manajemen Operasional, dan Legalitas Usaha pada Industri Pande Tradisional Berbasis Ekonomi Kreatif.” Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dan partisipatif dengan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi mitra.

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama mitra, tim pengabdian mengidentifikasi sejumlah permasalahan dalam pengelolaan usaha. Permasalahan tersebut meliputi belum tersedianya sistem pencatatan keuangan yang terstruktur, belum adanya perhitungan biaya produksi dan Harga Pokok Produksi (HPP) secara sistematis, belum tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP), serta masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.

Aspek legalitas usaha juga menjadi bagian dari pendampingan. Mitra diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha, khususnya Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai salah satu dokumen yang dapat mendukung akses terhadap program pemerintah, pembiayaan formal, dan peluang kerja sama usaha.

Tim PKM Universitas Warmadewa terdiri atas Kadek Goldina Puteri Dewi, S.Ak., M.Ak., Dr. Ni Made Wahyuni, S.E., M.Agb., dan Desak Gde Dwi Arini, S.H., M.Hum. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Ketut Asti Purwanti, Faulina, dan Putu Mahendra Reysia Putra.

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, sosialisasi dan peningkatan kapasitas, implementasi dan pendampingan, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan rencana keberlanjutan program.

Pada aspek keuangan, mitra mendapatkan pendampingan dalam pencatatan transaksi usaha, mulai dari pemasukan dan pengeluaran hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Pendampingan juga mencakup pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi agar kondisi keuangan usaha dapat terdokumentasi dengan lebih baik.

Tim juga memberikan pendampingan mengenai pengelolaan biaya produksi dan perhitungan HPP. Informasi mengenai biaya produksi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan harga jual dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha.

Pada aspek operasional, pendampingan mencakup penyusunan SOP produksi dan operasional, pengelolaan persediaan, pengendalian biaya produksi, serta pencatatan kegiatan usaha. SOP yang telah disusun mulai diterapkan dalam kegiatan operasional kelompok.

Untuk mendukung pemasaran, mitra memperoleh pendampingan dalam pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan meliputi pengembangan media sosial usaha, penyusunan katalog produk digital, optimalisasi promosi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi dengan konsumen.

Hasil sementara program menunjukkan bahwa mitra mulai menerapkan sejumlah sistem pengelolaan usaha yang diperkenalkan melalui kegiatan pendampingan. Mitra mulai melakukan pencatatan keuangan secara lebih sistematis, menyusun laporan keuangan sederhana, menghitung biaya produksi sebagai dasar penentuan harga jual, serta menerapkan sistem pencatatan persediaan.

SOP produksi dan operasional juga telah disusun dan mulai diterapkan. Media digital mulai dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk, sementara pendampingan legalitas usaha terus dilakukan untuk mendukung penguatan kelembagaan dan keberlanjutan usaha.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam proses identifikasi permasalahan, pendampingan masyarakat, penyusunan solusi, hingga evaluasi kegiatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman melalui penerapan pengetahuan di masyarakat.

Ke depan, program akan dilanjutkan melalui monitoring dan evaluasi, penyempurnaan sistem yang telah diterapkan, serta penguatan jejaring dan keberlanjutan pendampingan. Tahapan tersebut diarahkan untuk menjaga penerapan tata kelola keuangan, manajemen operasional, pemasaran digital, dan legalitas usaha pada Kelompok Tiuk Pande Tatasan.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Warmadewa mendukung penguatan pengelolaan usaha Kelompok Tiuk Pande Tatasan sekaligus upaya mempertahankan industri pande tradisional sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *