September 3, 2026

BADUNG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa melaksanakan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Program tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, penguatan tata kelola sampah, penghijauan, serta edukasi bagi masyarakat dan siswa sekolah.

Kegiatan KKN mengusung tema “Mengabdi Bersama Membangun Desa” dan dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa dari berbagai fakultas dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan. Sebelum menyusun program kerja, mahasiswa melakukan observasi dan identifikasi terhadap kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat Desa Sibangkaja.

Salah satu fokus utama kegiatan berada di kawasan Subak Uma Ketapang, khususnya dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil pengamatan, mahasiswa menemukan sampah yang terbawa aliran air dan tersangkut di sejumlah bagian sungai yang mengarah ke area persawahan.

Sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan tersebut, mahasiswa membuat sarana pemilahan sampah berupa bak sampah berbahan kayu yang terbagi menjadi tiga bagian. Bagian tersebut digunakan untuk menampung sampah organik, sampah nonorganik, serta bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengomposan menggunakan compost bag.

Bak sampah tersebut dilengkapi papan informasi mengenai jenis sampah untuk membantu masyarakat mengenali dan memilah sampah sesuai kategorinya. Selain itu, mahasiswa membuat dan memasang plang pemilahan sampah di kawasan Subak Uma Ketapang sebagai media informasi sekaligus pengingat bagi masyarakat agar melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.

Mahasiswa juga membuat sekat penahan sampah pada aliran sungai. Sekat tersebut dirancang menggunakan pipa dengan bagian bawah berbahan besi dan tidak menutup seluruh aliran air. Fasilitas tersebut digunakan untuk menahan sampah yang terbawa arus sementara aliran air tetap dapat mengalir menuju area persawahan.

Pengelolaan sampah organik turut diperkuat melalui sosialisasi pembuatan pupuk kompos kepada masyarakat, khususnya kelompok Subak Uma Ketapang. Materi mencakup pengenalan sampah organik, jenis bahan yang dapat digunakan untuk kompos, serta tahapan dasar proses pengomposan.

Sosialisasi tersebut juga berkaitan dengan fasilitas compost bag pada bak sampah yang telah disediakan. Sampah seperti daun, rumput, dan bahan organik lainnya diarahkan untuk dipilah dan dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Pupuk yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk tanaman di lingkungan sekitar maupun mendukung kegiatan pertanian.

Untuk menjaga kebersihan kawasan, mahasiswa KKN-PMM Universitas Warmadewa juga melaksanakan kegiatan gotong royong secara rutin setiap Jumat di kawasan Subak Uma Ketapang. Kegiatan meliputi pembersihan sampah, rumput liar, dan material lain yang mengganggu kebersihan lingkungan.

Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan melalui penanaman 10 bibit bunga sandat di lahan kelompok Subak Uma Ketapang pada 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Pekaseh, dan kelompok Subak Uma Ketapang. Penanaman bunga sandat tidak hanya diarahkan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga mendukung keberadaan tanaman lokal yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat Bali.

Selain kegiatan fisik, mahasiswa memberikan kontribusi dalam penguatan tata kelola pengelolaan sampah. Mahasiswa Fakultas Hukum menyusun draf pararem terkait pengelolaan TPS3R sebagai bahan awal yang dapat dipertimbangkan dalam mendukung pengaturan pengelolaan sampah di tingkat desa adat.

Mahasiswa juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) TPS3R dan Bank Sampah. Dokumen tersebut disiapkan sebagai pedoman bagi pengelola dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah secara lebih terstruktur, termasuk pembagian tugas dan mekanisme pengelolaan.

Di bidang pendidikan, mahasiswa Fakultas Sastra Inggris melaksanakan edukasi Bahasa Inggris kepada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Abiansemal melalui metode storytelling dengan tema “GET PLASTIK”. Kegiatan tersebut mengangkat materi mengenai penggunaan plastik dan dampaknya terhadap lingkungan serta mendorong siswa mengenali langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik.

Program pendidikan lainnya berupa kegiatan “Menabung Sejak Dini” di SD Negeri 4 Sibangkaja. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung dan mengelola uang sejak usia dini. Kegiatan juga dilengkapi praktik membuat celengan menggunakan botol plastik bekas sehingga edukasi literasi keuangan dipadukan dengan pemanfaatan kembali barang bekas.

Mahasiswa KKN turut memberikan edukasi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan perawatan luka kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 3 Abiansemal. Materi mencakup pengenalan kondisi darurat, tindakan pertolongan awal, serta penanganan sederhana terhadap luka ringan. Penyampaian materi dilengkapi demonstrasi dan praktik agar peserta memperoleh pemahaman mengenai penerapannya.

Sementara itu, siswa kelas V SD Negeri 4 Sibangkaja mendapatkan sosialisasi mengenai pencegahan perundungan (bullying). Materi mencakup pengertian dan bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban dan lingkungan sosial, serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menghargai.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran sebagai saksi perundungan. Mahasiswa mendorong siswa untuk tidak ikut melakukan atau membiarkan perundungan serta menyampaikan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Koordinator Desa KKN Universitas Warmadewa, I Gede Albert Arsana Putra, menjadi salah satu bagian dalam koordinasi pelaksanaan berbagai program di Desa Sibangkaja. Rangkaian kegiatan tersebut disusun berdasarkan hasil observasi, diskusi, dan penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat.

Seluruh program juga melibatkan kolaborasi mahasiswa dari berbagai latar belakang fakultas. Perbedaan bidang keilmuan dimanfaatkan untuk menyusun kegiatan yang mencakup aspek lingkungan, tata kelola, dan pendidikan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Warmadewa berupaya memberikan kontribusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama maupun setelah masa KKN berakhir. Sarana pengelolaan sampah, perangkat tata kelola, kegiatan penghijauan, serta berbagai program edukasi diharapkan dapat dilanjutkan melalui kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, pengelola Subak, sekolah, dan pihak terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *